APA YANG DISEBUT MOBIL NASIONAL?
Definisi Mobil Indonesia bisa banyak, bergantung kepada berbagai sudut pandang yang berbeda. Selain tujuan bisnis yang harus diutamakan ada beberapa hasil ikutan lain yang bisa diharapkan, seperti:
1. Mobil Indonesia harus dapat menjadi lokomotif yang setia melindungi investasi yang menjadi resiko bersama. Mobil Indonesia selayaknya menggunakan sebanyak mungkin sumber daya Indonesia, baik material, tenaga kerja, akal budi, energi dsb. Mobil Indonesia harus menjadi titik tumbuh yang merangsang pertumbuhan industri dan kemampuan ikutan (spin off) sebesar-besarnya di dalam negeri. Untuk itu Mobil Indonesia harus menjamin kepastian hidup supplier-suppliernya dengan: memberikan volume yang cukup bagi supplier untuk memperoleh profit yang sesuai, memberi kepastian bisnis jangka panjang karena produknya mampu bersaing, dst.
2. Mobil Indonesia selayaknya membuat sebesar-besarnya nilai tambah di Indonesia dan memberikan bagian keuntungan terbesar ke dalam negeri untuk memperbesar volume ekonomi dalam negeri. Jangan pasar kita hanya dimanfaatkan atau dieksploitir orang lain. Peran kita harus lebih besar daripada sekadar hanya menjadi konsumen mesin ekonomi, mesin teknologi dan mesin industri orang lain. Angka volume industri otomotif jangan hanya membesar karena inputnya yang membesar, tetapi harus dari kemampuan untuk memperbesar nilai tambah dalam negeri yang lebih tinggi dengan efisiensi yang lebih besar.
Untuk itu Mobil Indonesia harus profitable: margin keuntungan yang sebesar-besarnya untuk tingkat harga dan kualitas yang dapat diterima, memiliki input engineering yang berarti sehingga mampu memiliki nilai dihargai lebih tinggi dari biayanya dst.
3. Mobil Indonesia harus memiliki image yang dapat dibanggakan oleh pemakainya, selain juga harus dipandang sebagai prestasi yang tinggi yang penting untuk pembentukan solidaritas dan memperkuat identitas bangsa.
Mobil Indonesia selayaknya dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia, selain untuk memenuhi pasar lain. Pasar dalam negeri yang besar harus jadi ladang kita sendiri, bukan utamanya menjadi ladang orang lain. Mobil Indonesia harus menjadi tuan di negeri sendiri secara berarti. Menciptakan perputaran uang yang lebih besar di dalam negeri.
4. Mobil Indonesia selayaknya memberi kesempatan manifestasi kemampuan pemikiran engineering (software) dan kemampuan proses (hardware) sebanyak-banyaknya dari sumber daya dalam negeri. Peluang berkembang harus direbut, secara aturan harus tegas diciptakan agar kesempatan belajar ada. Faktanya, tenaga kerja Indonesia yang bekerja di industri otomotif dan komponen penunjangnya selama ini telah lebih dari dua puluh lima tahun memiliki knowhow dan terlibat secara nyata dalam proyek bersama prinsipal dalam pengembangan design produk, proses pengembangan dan pembuatan kendaraan bermotor dari merk-merk yang ada di dalam negeri. Mereka telah memiliki pengalaman dan memahami bagaimana part dan produk harus dibuat. Yang perlu mereka dalami sekarang adalah kemampuan menjawab pertanyaan kenapa suatu part atau produk tersebut dibuat demikian. Kemampuan menyusun spesifikasi sasaran, memastikankan proses menuju ke sana dan mengendalikan agar sasaran tersebut tercapai sesuai design yang direncanakan. Menjawab why dan mampu menerjemahkannya menjadi pertanggung jawaban design dan pertanggung jawaban produk untuk bersaing dan menjaga eksistensi produk di pasar.
Untuk itu Mobil Indonesia secara produk harus dapat dipertanggung jawabkan, memiliki performace unjuk kerja yang diharapkan, handal dan tahan lama, daya saing tinggi, dst.
5. Mobil Indonesia secara bisnis dan teknologi harus mampu berkembang, bersaing dalam jangka panjang, secara teknologi mampu menyiasati pasar mengimbangi pergerakan pesaing, dsb.
Mobil Indonesia harus memberi lapangan bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengembangkan dirinya. Tekologi adalah alat bisnis untuk memenuhi tuntutan pasar, bersaing dan berkembang. Teknologi tidak sekadar ditransfer dari luar, tetapi diperlukan cukup waktu untuk disemai, dirawat dan dikembangkan dalam praktek bisnis secara nyata. Secara historis di manapun, pengembangan industri otomotif secara strategis direncanakan dan dikendalikan dengan policy yang jelas dari pemerintah. Seperti keberhasilan industi otomotif China saat ini sebagai hasil dari kebijakan konsisten pemeritah China sejak dari dua puluh tahun yang lalu. Atau kemunduran industri otomotif Inggeris akibat kesalahan kebijakan di industri otomotif sebelumnya.
Kelihatannya semua hal di atas baik-baik saja, tidak ada orang yang tidak setuju dengan harapan-harapan di itu. Selain itu tentunya masih banyak harapan lain dapat digantungkan kepada Mobil Indonesia. Harapan-harapan di atas dapat disusun sebagai bagian dari matrix pencapaian sasaran dan menjadi arah rencana tindakan nyata untuk mencapainya.
DARI MANA MOBIL INDONESIA MULAI DIKEMBANGKAN?
Untuk titik awal, hal mendasar yang perlu diprioritaskan adalah dari mana sebaiknya Mobil Indonesia dimulai? Dari sedan sebagai kendaraan penumpang pribadi? Dari klas Multi Purpose Van sebagai pasar terbesar dalam negeri? Atau kembali ke kendaraan niaga (Truk dan Bus) untuk mendukung perputaran roda ekonomi seperti awalnya konsep pengembangan industri otomotif nasional dulu? Kenapa tidak dimulai dari celah pasar yang lain yang dapat diisi lebih spesifik sebagai pilot project seperti utility van, city bus, public transport, specialty vehicle, offroad trucks, mining trucks dsb?
Dari uraian di atas, Apakah Toyota Kijang Mobil Indonesia? Apakah Isuzu Panther Mobil Indonesia? Apakah Perkasa Mobil Indonesia?



HARIS
Januari 14, 2011
sangat menarik sekali pemikiran anda pak.
tetapi kita masih terhambat untuk mengembangkan sebuah ide berkaitan dengan mobil nasional.
bahkan saya cenderung menilai kondisi mobil nasional kali ini berada pada titik kemunduran.
dimana pada tahun 1995-2000 kita mengenal adanya mobil timor, meskipun hanya merek dagang saja (timor yg sebenrnya mesinnya merupakan mesin KIA).
tetapi karena krisis ekonomi saat itu membuat industri tersebut tidak bisa bertahan hingga saat ini.banyak rekan2 kita (melalui SMK) yang dapat menelurkan idenya berkaitan dengan pembuatan, serta perakitan mobil hanya saja terkendala investasi yg tidak sedikit.
bahkan banyak jg mobil (seperti kancil, komodo) yang berhenti produksi karena kurang percaya diri untuk tampil di belantika otomotif nasional.
saya pesimis kita dapat mengembangkan mobil nasional tetapi kita harus meyakinkan investor (terutama investor dalam negeri) agar mau mengembangkannya.