Welcome to my Blog Mobil Indonesia. Your comment and opinion is most welcome. Let us think out of the box to enabe us develop our nation healthier.
Hello world!
Posted on Mei 4, 2009
Posted in: Uncategorized
Posted on Mei 4, 2009
Welcome to my Blog Mobil Indonesia. Your comment and opinion is most welcome. Let us think out of the box to enabe us develop our nation healthier.
Mr WordPress
Mei 4, 2009
Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.
Joko susilo
Juni 8, 2009
Salam hangat buat pak Dodo.
Dari apa yg bapak tulis, saya sebagai pribadi (orang indonesia) sebenarnya juga prihatin dg keadaan ini. Tapi yg ingin saya sampaikan, sebenarnya kita bisa berkontribusi untuk kemajuan hasil karya dari bangsa sendiri, dengan mulai menggunakan produk sendiri. Dari barang2 yg sehari2 kita konsumsi. Misalnya : pelumas mesin, bbm pertamina, jaket kulit garut, sepatu cibaduyut dll atau lihat dulu siapa yg buat untuk produk makanan dan sejenisnya. Dan untuk mobil nasional, saya sangat menantikan hadirnya mobil tersebut. Pesawat saja bisa, meski sekarang tidak tahu kabarnya.
Untuk mobil nasional, saya tunggu kehadirannya dg harga yg terjangkau tentunya. Dan untuk mendukung volume, mungkin nantinya instansi pemerintah harus menggunakan mobil nasional, jika perlu sampai ke presidennya.
Biar jadi kebanggaan bangsa.
Salam,
Joko susilo
Dodo
Juni 8, 2009
Terima kasih pa Joko,
Bicara soal volume untuk mobil penumpang pribadi, memang ini perlu bantuan policy pemerintah. tapi apakah semua harus mulai dari pasar terbesar, sedan?
Toyota dan Mitsubishi berkembang karena pemerintah Amerika pesan truk dan Jeep untuk perang Korea, sekalian Amerika bantu pemulihan ekonomi Jepang setelah perang.
TATA India mulai dari lokomotif dan truk, sebelum masuk ke kendaraaan penumpang.
Tahun 1980 dulu pernah ada idea dari pak Suhartoyo, DirJend di Perindustrian untuk kembangkan truk nasional dengan pasar pemerintah, terutama TNI/ABRI waktu itu. Kebetulan saya ikut proyek itu sebagai structure analyser. Saya kebagian menghitung kekuatan Chassis frame nya.
Memang yang penting political will…………….
Terima kasih,
Dodo.
Sonny Djatnika
November 6, 2009
Sebenarnya membuat mobil Indonesia tidak lah sulit. Banyak saudara yang kita mampu dan senang otak-atik otomotif. Pertanyaannya:
1/ Sudah mampukah kita mempersiapkan bahan baku besi tuangnya untuk mesin? Karena sampai saat ini belum ada berita bahwa bahan logam ini sudah diproduksi lokal dari banyak sumber daya alam yang melimpah ruah….
2/ Atau kalau mesin dirancang dari aluminium alloys, apakah juga kita mampu mempersiapkannya? Karena sampai saat ini, produksi alumnium ingot nasionnal hanya ditujukan untuk ekspor semata.
3/ Apakah mungkin mesin dipesan dari negara lain dan dirakit disini? Bukan sebagai CKD atau build up, tetapi memang mobil buatan Indonesia….
Memang apa yang diinginkan semuanya adalah kembali kepada kepemilikan dan kearifan teknologi lokal atas dukungan penuh kebijakan pemerintah kita.
wass
sd
Dodo
November 6, 2009
Terima kasih pak Sonny,
Sebetulnya bila ada kemampuan kita untuk mengembangkan engine (product engineering), kemampua itu perlu dilengkapi dengan kemampuan memproduksi engine secara komersial (high quantity, mass production) yang menuntut adanya komitment pembelian untuk jangka panjang karena investasinya besar.
Selama ini merek-merek Jepang yang punya cukup volume di Indonesia seperti Daihatsu, Toyota, Mitsubishi, Suzuki, Honda dan Isuzu sudah merakit enginenya di Indonesia.
Mereka lakukan pengecoran dan machining untuk blok engine (ferro dan aluminum) dan cylinder head (aluminum),intake manifold (aluminum)dan exhaust manifold (ferro casting).
Piston, cylinder liner, shaft, piston ring, valve, bearing dll dibeli lokal dari 1st tier supplier yang notabene keiretsu mereka juga dari Jepang.
Karburetor masih diimpor, tapi accessories lain banyak dibeli lokal (radiator, alternator, ac, belt, fan,accu, dsb). Import dan pembelian dari 2nd tier supplier umumnya diarrange bersama-sama pembeli, sehingga pabrik mesin lokal tidak tahu spesifikasi (tdk punya drawing) dari barang yang dibeli. Resepnya tetap dipegang pemesan (pemegang merk mobil).
Masalah material selalu dihadapkan pada volume (quantity) yang relatif kecil, sehingga umumnya harus impor, walaupun secara teori bisa dibuat lokal. Terutama alloy, harus dipesan dari pembuat alloy di luar.
Perencanaan sistem produksi secara mass production, biasanya dilakukan Man power lokal dengan supervisi pemesan(perencanaan urutan proses, subsystem machining cell, machine selection, tooling design and making dsb.
Karena high quantity, umumnya production line ini dedicated line (hanya bisa melayani produk-produk spesifik sesuai design awal) atau produk yang hampir sama dengan perbedaaan kecil, sehingga yang berubah hanya urutan proses beserta tooling-toolingnya yang spesifik dan disiapkan khusus untuk itu.
Kalau beda spesifikasinya banyak, sesuai cost benefitnya, umumnya perlu disiapkan production cell tersendiri.
Quality assurance direncanakan dan didesign bersamaan di tahap pengembangannya.
Masalah terbesar untuk mendirikan pabrik engine adalah belum ada muaranya (pasar atau pemilik merk lokal yang menjadi pembeli) untuk menjadi pasar bagi pabrik engine tsb (karena diharapkan prosesya adalah “pull”, tarikan pasar untuk engine yang diminta sesuai design dan spesifikasi pembeli dan bukan “push” dorongan ke pasar dari produk yang sudah ada).
Pasar minta apa dulu, baru pabriknya disiapkan sesuai quantity yang direncanakan.
Karena itu engine selalu tidak bisa dibeli bebas, karena barang dibuat berdasarkan pesanan dengan material yang disiapkan sesuai kebutuhan pemesan engine dengan jadwal yang sudah disiapkan untuk jangka panjang ( 1 month fix order + 3 month tentative order + 12 month scheduled forecast + 3 year tentative forecast).
Selain itu, karena design engine umumnya dibuat berdasarkan pesanan, proprietery design hak penjualan ada di pemesan (yang punya merk mobil atau trade mark lainnya).
Kalau kita mau pesen engine dari pabrik engine yang ada, kita harus mulai dari komitment dan requirement yang jelas untuk spesifikasi, quantity, quality dan lain-lain dan biasanya ada join design and development dan join investment untuk menyiapkan production line sesuai kebutuhan engine baru yang dikembangkan.
Jadi, untuk bikin pabrik perlu siap dulu pasarnya.
Begitu, mungkin sudah menjawab?
Salam,
Dodo.